Cara Tidur Yang Benar

Cara Tidur Yang Benar Untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

 

Cara Tidur Yang BenarSetiap orang memiliki kebutuhan istirahat dan tidur yang berbeda-beda. Cara Tidur Yang Benar dan teratur akan memberikan efek yang bagus terhadap kesehatan tubuh kita

Manusia memiliki waktu ideal untuk tidur yakni 7 jam per hari. Hasil penelitian ini dilakukan oleh Fakultas Ilmu Kedokteran WVU (West Virginia University’s). Yang menyebutkan orang yang tidur kurang dari 7 jam per hari akan berisiko mengalami penyakit berbahaya seperti jantung dan stroke. Penelitian tersebut juga menyimpulkan orang yang berusia 50 tahun kebawah yang tidur kurang dari 7 jam per hari, dua kali lebih mudah terserang penyakit jantung dari pada orang yang tidur lebih dari 7 jam per hari.
Disamping kita memiliki waktu ideal untuk tidur, cara tidur kita pun sangat mendukung untuk kesehatan tubuh. Dengan beberapa pengetahuan tentang bagaimana posisi tidur yang baik yang akan saya bahas di bawah ini, anda akan merasakan manfaatnya bagi kesehatan anda. Sebagai umat Rasulullah Muhammad saw, kita sudah seharusnya meniru cara tidur Rasulullah. Karena cara tidur Rasulullah merupakan yang paling baik yang sangat proporsional dan bermanfaat untuk kebugaran dan kesehatan tubuh.

Cara Tidur Yang Sehat

Rasulullah selalu tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Rasulullah selalu mengajak umatnya agar selalu bangun sebelum waktu subuh setra melaksanakan waktu sholat subuh berjama’ah di masjid. Selain mendapat pahala, dengan berjalan ke masjid, kita akan menghirup udara subuh yang segar dan mengandung oksigen. Oleh karena itu, orang yang suka bangun pagi dan menghirup udara pagi mempunyai paru-paru yang lebih kuatdan sehat. Disamping itu, udara subuh dapat memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan. Keuntungan yang akan diperoleh adalah badan sehat, otak cerdas, penghidupan lapang dan mendapatkan kebaikan di dunia akhirat.
Sebelum tidur dianjurkan untuk berdoa, sebagaimana Rasulullah mencontoh doa sebelum tidur:

“Dengan namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati” (HR Bukhari-Muslim). Kemudian ketika bangun tidur kita juga dianjurkan untuk berdo’a: “Segalah puji Allah yang telah menghidupkan kami setelah ia mematikan kami. Dan kepadaNyakita semua berkumpul” (HR Bukhari)
Setelah bangun tidur, Rasulullah Saw bersiwak, lalu berwudhu dan sholat sampai waktu diizinkan Allah. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan. Nah Rasulullah SAW bias tidur selepas isya untuk kemudian bangun malam. Jadi beliau tidur tidak lebih dari 8 jam.
Cara tidur Rasulullahpun sarat makna. Ibnu Qoyyim, seorang intelektual Islam berkata, “Barang siapa yang memperhatikan pola tidur Rasulullah, niscaya ia akan memahami pola tidur yang benar dan paling bermanfaat untuk badan dan organ tubuh”. Ibnu qayyim Al Jauziyyah dalam buku metode pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur deng dalam buku metode pengobatan Nabi mengungkapkan bahwa Rasul tidur dengan memiringkan tubuh kearah kanan, sambil berdzikir kepada Allah hingga matanya terasa berat. Terkadang beliau memiringkan badannya kesebelah kiri sebentar, untuk kemudian kembali ke sebelah kanan. Tidur seperti ini merupakan tidur paling efisien.

Bagaimana Cara Tidur Yang baik dan Benar

Cara Tidur Rasulullah

“Dan Kami jadikan tidurmu sebagai pelepas lelah bagimu.” (QS. An Naba’ :9) Tidur Rasulullah merupakan tidur yang ideal dan sempurna, tidur yang betul-betul mendatangkan manfaat bagi kesegaran dan kesehatan fisik serta pemulihan kekuatan psikis.

Di antara bimbingan yang beliau ajarkan adalah:

  • Bersiwak : Sunnah yang paling sering dan yang paling senang dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam adalah bersiwak. Siwak merupakan pekerjaan yang ringan namun memiliki faedah yang banyak, baik bersifat keduniaan yaitu berupa kebersihan mulut, sehat dan putih giginya, menghilangan bau mulut, dan lain-lain, maupun faedah-faedah yang bersifat akhirat, yaitu ittiba’ (ikut) kepada Nabi dan mendapatkan ridha Allah Subhannahu wa Ta’ala.
Sebagaimana Rasulullah : “Siwak membersihkan mulut dan diridhoi Allah.” (HR. Ibnu Khuzaima)
  • Berwudhu : “Jika kamu mendatangi pembaringanmu, hendaklah berwudhu sebagaimana engkau berwudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah dengan bertelekan pada rusuk kananmu…” (HR. Bukhari)
  • Membersihkan tempat tidur : Ubay bin Ka’Ab R.A. menuturkan kepada kita bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda : “Jika salah seorang di antara kamu mendatangi pembaringannya, hendaklah mengibaskan kasurnya dengan ujung kain (untuk membersihkannya) serta sebutlah nama Allah Subhannahu wa Ta’ala. Sebab ia tidak tahu kotoran apa yang melekat pada kasurnya itu sepeninggalannya.” (HR. Muslim)
  • Tidurlah dalam ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik, usahakan dalam kamar tidur anda memiliki penerangan yang cukup agar terasa nyaman, tenang dan membuat mata anda tidak panas dan mudah terlelap.
  • Biasakanlah menggunakan pakaian yang terbuat dari kain lembut dan longgar/tidak ketat agar peredaran darah dalam tubuh lancar.
  • Lepaslah seluruh aksesoris atau perhiasan yang anda pakai sebelum tidur. Ini baik dilakukan agar benda-benda tersebut tidak mengganggu aliran darah dalam tubuh anda di waktu tidur.
  • Jangan lupa Berdoa dan terus berdzkir hingga terlelap
Diriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiallahu anha ia berkata : Setiap kali Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam hendak tidur di pembaringannya pada tiap malam,
beliau merapatkan kedua telapak tangannya. Lalu meniup dan membaca surah Al-Ikhlas (Qul Huwallaahu Aha), surah Al-Falaq (Qul A’uudzu birabbil Falaq), dan surah An-Naas (Qul A’uudzu birabbin Naas).
Kemudian beliau mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengan kedua telapak tangannya itu. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari).

Posisi Tidur Yang Baik Untuk Kesehatan

  • Berbaring dengan posisi ke arah kanan (berbaring di atas lambung kanan) Jika hendak berbaring, hendaklah berbaring dengan meletakan ( bertumpu ) pada rusuk kanan.

Dan hendaklah mengucapkan :

“Maha suci Engkau Ya Allah Ya Rabbi, dengan menyebut nama-Mu aku meletakkan tubuhku, dan dengan nama-Mu jua aku mengangkatnya kembali. Jika engkau mengambil ruhku (jiwaku), maka berilah rahmat padanya. Tetapi, bila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hambaMu yang salih.” (HR. Muslim)
 
Dari Abu Qatadah Radhiallaahu anhu ia berkata : “Sesungguhnya bila Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam beristirahat dalam perjalanannya di malam hari, beliau berbaring dengan bertelekan pada rusuk kanan. Dan apabila beliau beristirahat pada waktu menjelang subuh, beliau tegakkan lengan dan beliau letakkan kepala di atas telapak tangannya.” (HR. Muslim)

Itulah Cara Tidur Yang Baik Dan Benar yang di contohkan Rasulullah, yang harus kita tiru.

 

Adapun manfaat yang dapat diambil dari posisi tidur miring kekanan, yaitu:
  • Menjaga saluran pernafasan : Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mangganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah, yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentu ini sangant mengganggu kualitas tidur.
  • Menjaga kesehatan jantung : Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpah organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpuh pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada diatas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri
  • Menjaga kesehatan paru-paru : Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kana lebih besar. Lain halnya jika bertumpuh pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidakbaik. Namun Rasulullah juga terkadang miring ke kiri untuk sementara dan kemudian kembali lagi miring ke kanan .

Selain posisi tidur yang miring kekanan Nabi saw juga meluruskan punggungnya pada saat tidur, manfaatnya adalah supaya organ-organ dalam tidak tertekan, posisi tersebut juga melancarkan peredaran darah.

Sedikit menekuk kaki : Di dunia kedokteran seorang dokter akan meminta pasien menekuk kakinya jika dokter tersebut akan memeriksa perut pasien. Fungsi dari sedikit menekuk kaki adalah untuk mengendurkan otot-otot perut sehingga lebih mudah untuk diperiksa. Menekuk kaki sedikit pada saat tidur menolong organ-organ dan otot otot perut itu sendiri untuk relaksasi lebih sempurna. Sehingga tidur kita lebih nyaman.

Menggunakan telapak tangan sebagai bantal : Kita tentu sering dengar bahwa posisi leher sangat mempengaruhi kualitas tidur. Leher yang tidak lurus pada saat tidur menyebabkan sakit leher pada saat bangun dan biasanya ini menetap beberapa lama sehingga mengganggu aktifitas. Maha suci Allah yang menciptakan tangan sedemikian rupa sehingga apabila kita melihat orang yang tidur dengan telapak tangan maka antara kepala, leher dan punggung tercipta garis lurus.

Tidak ada contoh yang paling sempurna melainkan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Allahu a’lam….

Powerd by : Cara Tidur Yang Benar

Tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.